Pentingnya Pengetahuan Material Untuk Arsitek

Dec 18th, 2007 | By Ardo | Category: Material

Kamis, 29 Nopember 2007, PT.Onduline Indonesia bekerja sama dengan IAI Jatim mengadakan presentasi produk penutup atap Onduline. Seperti layaknya presentasi produk, acara itu memaparkan segala keunggulan atap Onduline lengkap dengan kesaksian pengguna dan foto-foto bangunan yang sudah menggunakan bahan penutup atap mereka.

Tentang apa dan bagaimana Onduline tidak perlu saya jelaskan di sini. Silahkan klik sendiri di situs Onduline untuk mengetahui spesifikasi produk mereka. Yang ingin saya kemukakan saat ini adalah bagaimana pentingnya pengetahuan material bagi seorang arsitek.

Dalam merencanakan ruang, Arsitek bekerja dengan material. Arsitek memilih, mengolah dan merangkai material sehingga tercipta ruang yang dengan kesan yang diinginkan. Pemilihan dan pengolahan material itu biasanya mempertimbangkan penampilan visual dan kemampuan material itu untuk menjalankan fungsinya.

Pernah dengar trik penggunaan cermin dan warna-warna cerah untuk kesan memperluas ruang ? Atau penggunaan stainless steel untuk memberi kesan modern dan dingin ? Hal-hal tersebut merupakan contoh sederhana bagaimana penggunaan material sangat berpengaruh pada kesan yang ditimbulkan sebuah ruang/ bangunan.

Romo YB. Mangunwijaya sangat terkenal dengan kemampuannya mengenali karakteristik bahan sehingga menghasilkan ruang-ruang arsitektur yang berkarakter dan berkesan kuat. Kesan/ karakter ruang itu timbul dari tampilan visual material yang disatukan. Karya-karyanya seperti pemukiman di Kali Code atau Padepokan Sendang Sono hadir dengan karakter kuat karena kepiawaian arsiteknya mengolah material meski dengan bahan-bahan sederhana.

Selain penampilan visual dan fungsi, pemilihan material juga mempertimbangkan kemudahan cara mendapatkan material dan budget konstruksi bangunan. Dengan penguasaan bahan bangunan yang memadahi, seorang arsitek yang baik akan memilih material bangunan yang mudah didapat di sekitar lokasi proyek. Memang bisa saja ia menggunakan material yang sukar didapat di lokasi proyek, namun hal itu pasti membengkakkan budget konstruksi bangunan yang hendak diwujudkan.

Dalam jagad rancang bangun, material-material baru bermunculan. Cara orang membangun rumah pun terus berkembang. Selain itu ada pula tantangan-tantangan yang menyebabkan munculnya material baru. Di saat krisis lingkungan hidup dan energi semakin hebat, orang kemudian mulai menggunakan material-material yang ramah lingkungan dan terbarukan dalam membangun. Pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga pun saat ini bisa dipenuhi dengan menggunakan sistem energi yang ramah lingkungan. Pada tahap ini, pemilihan material dan sistem bangunan ternyata juga berkait dengan kepekaan dan masalah etika.

Seorang arsitek memang tetap harus terus meng-upgrade pengetahuan materialnya. Namun, usaha meng-upgrade pengetahuan bahan itu masih terkendala belum adanya katalog bahan bangunan yang mendokumentasikan seluruh bahan bangunan di tanah air. Jika sudah ada, pendokumentasian itu sebaiknya meliputi jenis, karakter, hingga dimensi bahan. Akan lebih bagus lagi jika katalog itu dilengkapi pula dengan harga bahan dan diterbitkan secara berkala.

Kekayaan pengetahuan bahan itu ibarat “vocabulary” dalam berbahasa. Semakin banyak perbendaharaan kata kita, semakin luwes pulalah kita berbahasa. Semakin banyak pengetahuan material yang dikuasai seorang arsitek, semakin besar pula kemungkinan kesan yang dapat dihadirkan si arsitek. Dengan kosa bahan yang banyak, semakin terbukalah kemungkinan sang arsitek dapat menghadirkan bangunan/ ruang yang kuat, hemat dan sesuai dengan karakter/ kesan yang hendak dituju.

Presentasi produk seperti yang diadakan Onduline diatas adalah “simbiosis mutualisma” bagi antara arsitek dan produsen material bangunan. Arsitek mendapat tambahan pengetahuan tentang material baru yang akan/ sudah diluncurkan. Sementara Sang Produsen mendapat masukan pula material apa yang dibutuhkan arsitek untuk mewujudkan karyanya.


Tell a Friend

8 comments
Leave a comment »

  1. Pak, saya bermaksud membahas soal arsitek dan arsitektur di blog saya.
    Bila di setujui saya bermaksud membuat link ke blog wastumaya dan juga mengutip artikel yang ada disini.

    Terimakasih,

  2. pak, saya juga minta ijin link ya pak,,
    makasiy pak,,

  3. dengan memiliki pengetahuan tentang material, seorang arsitek akan dapat mendesain sesuai karakteristik dari suatu material, dan juga gak asal desain yang nanti nanti malah bikin bingung yang buat di lapangan….(^_^)

  4. kira2 dmana yah pak bisa dapet informasi yang lengkap tentang material bangunan ????

    sebab saya adalah mahasiswa arsitektur,jadi sangat membutuhkan ilmu penghetahuan tentang material pak…..tolong yah pak…

  5. Assalamu alaikum…,
    Bisa tolong disajikan material yang cocok untuk bangunan hemat energi

  6. Material buat desain bangunan hemat energi dan ramah lingkungan

  7. bagaimana mendesain rumah tropis hemat energi?

  8. Material buat desain bangunan hemat energi dan ramah lingkungan?

Leave Comment